Bangun pagi sebenarnya
bukan hal yang berat yang harus aku lakukan kalau saja tidak sedang secapek
ini. Empat hari makrab memang sangat meletihkan. Pas makrab sih ga terasa
banget capeknya karena masih bisa bercanda sama teman teman dan melayangkan
mata memandang kearah para ladies yang masih baru tergabung dalam teknik kimia
UII. Yang jelas ga begitu cantik cantik amat sih, lha wong mereka saja pada ga
dandan kok, wajahnya pada tirus karena malamnya habis daki bukit, malwan rasa dingin , dan melawan
sedikit ploncoan seniornya dari departemen lapangan.
Sisa sisa aktivitas di
kamar berukuran 3X3 ini makin mempersempit kamar kontrakan yang belum aku DP
ini. Baju yang belom aku setrika masih belom sempat aku urusin. Kertas kertas
dan buku masih ada di kasur cover biru ini. Kabel charger laptop dan charger hp
belum sempet ku gulung. Biar saja kalo kalo si Ummam the guy next door masuk
kamarku ke sandung dan jatuh. Mampus ,,, hahhahhaha.
Sebenarnya aku ga berharap pada Ummam yang kesandung sih, tapi pada orang yang ngunci kamarku tadi dari luar. Mungkin saja si Prasda, Ari, ato Zaki yang jelas jalas mereka ada dalam kontrakan ini. Dugaan tidak tepat apabila mencurigai ibu kontrakan yang mengunci kamarku dari luar. Apa urusan nya ?? hahha,,, apalagi ibu kontrakan kami ini sangat baik. Sering datang ke kontrakan buat nanyain kabar kami dan bagaimana berjalan nya kuliah. Malahan pernah menawarkan makan apabila kami telat dapat kiriman. Emangnya kami hidup di jaman ibu itu muda dikiranya ya, kami kan bisa langsung telpon orang tua dan dalam hitungan menit tinggal check saldo saja kok. Itu juga sih bagi yang anak orang kaya mutlak deng, hahah. Kalo aku mah masih nunggu beberapa jam ato bahkan hari. Kalo ortu ada uang dan jam bank belom tutup sih bisa cepet, masalahya kalo bannk udah tutup bisa lain hari ngirimnya. Apalagi kalo uang nya orang tua pas lagi terproyeksikan (sedikit nada fisika) oleh kebutuhan lain,wah bisa bener bener menerima tawaran ibu kont deh. Hehhe.Eh tapi makasih ya Bu, peace.
Sebenarnya aku ga berharap pada Ummam yang kesandung sih, tapi pada orang yang ngunci kamarku tadi dari luar. Mungkin saja si Prasda, Ari, ato Zaki yang jelas jalas mereka ada dalam kontrakan ini. Dugaan tidak tepat apabila mencurigai ibu kontrakan yang mengunci kamarku dari luar. Apa urusan nya ?? hahha,,, apalagi ibu kontrakan kami ini sangat baik. Sering datang ke kontrakan buat nanyain kabar kami dan bagaimana berjalan nya kuliah. Malahan pernah menawarkan makan apabila kami telat dapat kiriman. Emangnya kami hidup di jaman ibu itu muda dikiranya ya, kami kan bisa langsung telpon orang tua dan dalam hitungan menit tinggal check saldo saja kok. Itu juga sih bagi yang anak orang kaya mutlak deng, hahah. Kalo aku mah masih nunggu beberapa jam ato bahkan hari. Kalo ortu ada uang dan jam bank belom tutup sih bisa cepet, masalahya kalo bannk udah tutup bisa lain hari ngirimnya. Apalagi kalo uang nya orang tua pas lagi terproyeksikan (sedikit nada fisika) oleh kebutuhan lain,wah bisa bener bener menerima tawaran ibu kont deh. Hehhe.Eh tapi makasih ya Bu, peace.
Beberapa hari yang lalu sebelum aku berangkat
makrab,ibu malah datang ke kontrakan pas dingin dingin sambil bawa sepiring
penuh hampir hampir tumpah kacang rebus. Itu lho yang pas aku up date status di
FB. Baca ga sih? Kalo ga baca berarti belom temenan kita di FB. Makanya add
saya di Rohman Amonkamon Wido. Bukan promosi, tapi mau ngeyakinin kalian aja
supaya kalian percaya kalo aku pernah dikasih kacang rebus sama ibu kontrakan,
dan supaya kalian pengen, hahahha.
Kembali ke pengunci
sialan itu (piss kawan kawan), aku relakan malamnya sehabis mandi dan makan mie
instant (saking menghemat waktu dan cepat cepat istirahat) langsung tidur.
Mengingat dan mempertimbangkan (sok wibawa) akan hari ini yang jadwalnya jam
7.00 limit 20 menit dengan mata kuliah (,,) oleh mbak (,,,) asistennya pak
(,,,,,) yang sudah 3 kali mengusir aku
karena ketelatan ku. Acara pengusiran yang terakhir masih sempat aku
ingat adalah “ maaf mas, anda tidak bisa mengikuti materi saya hari ini,
silahkan menunggu di luar”. Sedikit melakukan pembelaan aku menyambut ,“ oh
maaf mbak saya memang telat, tapi mungkin ada bebrapa hitungan menit yang bisa
membantu saya biasa masuk kelas anda, bukannya sekarang masih 7.19? sambil
memperlihatkan jam di nokia n73 ku. “ itu jam anda molor mas, di BB saya sudah
7.29, dan anda telet 9 menit dari limit” sambil memperlihatkan BB Curve putihnya.
Lalu tanpa mngadakan perlawanan kayak jepang menyerah tanpa sarat kepada sekutu
aku lalu permisi meninggalkan kelas.
Adegan itu adalah salah satu adegan yang terjadi selama 3 kali selama 3 selasa pagi terakhir. Nah hari ini tadi maunya pengen berangkat pagi. Tadi malam pada ku tanyain yang ada ngampus jam 7 ternyata si Prasda. Bisa nebeng. Motor ku lagi dibawa sama junior bela diri ku ke Wates, mungkin tilik mbahnya. Dan hari ini memang jadwal nya aku nebeng . dan ini hampir hari pertama aku benar benar nebeng sama teman 1 kontrakan ku. Hahah.
Bangun pagi karena hp ini dapat telpon dari si Goteee, pacarku anak tasik. Bangunin untuk sholat shubuh. Ku jawap sekenanya sambil merem merem melek kriyip kriyip saja, hingga bebarapa kali si Goteee memastikan aku apakah aku benar benar bangun. Setelah percaya aku benar benar bangun telpon kami tutup dengan ucapan salam dan kecupan bodoh, muach! (ngecup hp dong). Sialnya aku malah tertidur lagi sampe ada malaikat yang bangunkan aku. Sekitar jam setengah 6 aku tersentak. Sudah terpikir langsung kepada kangen nya belajar sama mbak (,,, ) di materi PBK nya karena udah 3 kali tidak hadir. Terbayang sepatu ku yang masih berdebu karena ku pakai semalem, terbayang pula baju latihan bela diri ku yang yang belom aku cuci masih menempel banyak debu dan bau keringat yang jadwal latihanya nanti sore jam 4. Wah baunya saja munkin kalo ada orang hamil bisa langsung mbrojol anaknya. Dan aku biasa dapat uang bisnis jasa ini kerja sama sama bu bidan di kampung Gondangan ini. Bu bidan tidak perlu menyuntikkan hormon Oksitosin pada ibu yang mau melahirkan. Hahha. Namun usaha bangun pagi yang sia sia. “Kamarku di kunci !!”. hem di kunci dari luar, serasa marah aja. Kucoba memanggil Ummam yang rajin bangun pagi hari dan rajin Shubuhan. Gak ada jawaban, mungkin dia lagi jogging atau lagi ada acara apa du luar gitu. Ku telpon ga di angkat. Bangunin Ari, prasda, sama Zaki bukan usaha yang tapat. Mereka sering ngorok. Lalu ku telpon hp mereka, ga ada suara nada dering yang terdengar. Hp mereka silent semua. Niat banget tidur mbangkong nya. Huff,,, tak oglak oglak pintunya ga bisa juga. Mereka kok yo ga da yang denger tho. Sialan tenan pagi ku ini. Sudah kalut aku ingat ancaman tidak bisa mengikuti kuliah PBK nya mbak(,,). Salah juga sih mereka ngunci pintu aku ini. Pintu orang yang latihan bela diri, tepatnya bela diri pencak silat. Grrrr. Tidak berfikir panjang memang. Wah apa mungkin latihan ku nandang pacing selama 11 bulan yang lalu hanya untuk nendang pintu kamar ku yang tak berdaya. Pintu yang selalu jagain barang barang kekayaan ku , kekayaan setandar anak kost kayak laptop, magic com, printer, tp 14 inch, senter, hand grip, baju baju kumal, poto poto keluarga , hahhahhaa. Hampir saja ku eksekusi pintu ini dengan tendangan depan ku yang sebelumnya ku teriakin dulu. Ternyata Ari berkehendak lain, dia bangun sambil merem merem melek kriyip kriyip , matanya yang sipit sekarang tanpa kaca mata dan berkantung karena bebrapa hari ini melakan.
Adegan itu adalah salah satu adegan yang terjadi selama 3 kali selama 3 selasa pagi terakhir. Nah hari ini tadi maunya pengen berangkat pagi. Tadi malam pada ku tanyain yang ada ngampus jam 7 ternyata si Prasda. Bisa nebeng. Motor ku lagi dibawa sama junior bela diri ku ke Wates, mungkin tilik mbahnya. Dan hari ini memang jadwal nya aku nebeng . dan ini hampir hari pertama aku benar benar nebeng sama teman 1 kontrakan ku. Hahah.
Bangun pagi karena hp ini dapat telpon dari si Goteee, pacarku anak tasik. Bangunin untuk sholat shubuh. Ku jawap sekenanya sambil merem merem melek kriyip kriyip saja, hingga bebarapa kali si Goteee memastikan aku apakah aku benar benar bangun. Setelah percaya aku benar benar bangun telpon kami tutup dengan ucapan salam dan kecupan bodoh, muach! (ngecup hp dong). Sialnya aku malah tertidur lagi sampe ada malaikat yang bangunkan aku. Sekitar jam setengah 6 aku tersentak. Sudah terpikir langsung kepada kangen nya belajar sama mbak (,,, ) di materi PBK nya karena udah 3 kali tidak hadir. Terbayang sepatu ku yang masih berdebu karena ku pakai semalem, terbayang pula baju latihan bela diri ku yang yang belom aku cuci masih menempel banyak debu dan bau keringat yang jadwal latihanya nanti sore jam 4. Wah baunya saja munkin kalo ada orang hamil bisa langsung mbrojol anaknya. Dan aku biasa dapat uang bisnis jasa ini kerja sama sama bu bidan di kampung Gondangan ini. Bu bidan tidak perlu menyuntikkan hormon Oksitosin pada ibu yang mau melahirkan. Hahha. Namun usaha bangun pagi yang sia sia. “Kamarku di kunci !!”. hem di kunci dari luar, serasa marah aja. Kucoba memanggil Ummam yang rajin bangun pagi hari dan rajin Shubuhan. Gak ada jawaban, mungkin dia lagi jogging atau lagi ada acara apa du luar gitu. Ku telpon ga di angkat. Bangunin Ari, prasda, sama Zaki bukan usaha yang tapat. Mereka sering ngorok. Lalu ku telpon hp mereka, ga ada suara nada dering yang terdengar. Hp mereka silent semua. Niat banget tidur mbangkong nya. Huff,,, tak oglak oglak pintunya ga bisa juga. Mereka kok yo ga da yang denger tho. Sialan tenan pagi ku ini. Sudah kalut aku ingat ancaman tidak bisa mengikuti kuliah PBK nya mbak(,,). Salah juga sih mereka ngunci pintu aku ini. Pintu orang yang latihan bela diri, tepatnya bela diri pencak silat. Grrrr. Tidak berfikir panjang memang. Wah apa mungkin latihan ku nandang pacing selama 11 bulan yang lalu hanya untuk nendang pintu kamar ku yang tak berdaya. Pintu yang selalu jagain barang barang kekayaan ku , kekayaan setandar anak kost kayak laptop, magic com, printer, tp 14 inch, senter, hand grip, baju baju kumal, poto poto keluarga , hahhahhaa. Hampir saja ku eksekusi pintu ini dengan tendangan depan ku yang sebelumnya ku teriakin dulu. Ternyata Ari berkehendak lain, dia bangun sambil merem merem melek kriyip kriyip , matanya yang sipit sekarang tanpa kaca mata dan berkantung karena bebrapa hari ini melakan.
Akhh,, akhirnya . cepat
cepat ku cuci seragam sama nyikat sepatu ngilangin debu nya. Tinggal mandi dan
beres. Kulihat Prasda sama Zaki masih bangkong diruang tengah depan TV . aku langsung
putar otak, kalo aku mandi aja siapnya jam 6.40 apakah aku harus nunggu prasda
buat mandi ?? lalu akal akal aku nelpo si ucup. Mungkin dia tahu kalo aku
terlalu maksa nelpon nya. Kami beda operator. Aku indosat dia telkomsel. Di
reject terus panggilanku. Lalu dia sms. Terus tak ajakin bareng eh tepatnya
nebeng. Pagi berjalan sehabis mandi nada sms pasaran berdering id hp ku.
Jiahahhahhhahha,,, ternyata nadanya begini:”assalamualikum. Ma’af kuliah PBK
utk pagi ini saya kosongkan. Mungkin akan diganti hari lain. Tarimakasih *tlg
sebarin k yg lain”. Ternyata Faiza si pemilik IPK cumlaude yang sms. Lega juga
pagiku ini. Langsung hidupkan laptop dan ngetik apa yang aku alamin pagi ini.
Kamar 3 X 3 ini memang
tidak mencerminkan kamar mahasiswa Universitas Islam. Dengan beberapa baju
semrawut, kertas kertas sisa ngerjain tugas. Kamar ini sering banget menyerukan
suara suara sumbang ku dalam menggapainya sedikit kepuasan. Yah baik dalam
kuliah, dalam asmara , maupun dalam suasana hati yang sedang terprovokasi oleh
tayangan berita di TV tentang pemerintahan, maupun tindakan kriminal lainya.
Aku kok pengen banget ya kayak bang iwan
fals yang gagah nyanyi menyeruakan hati rakyat. Tapi munafik juga sih, lha wong
di kamarku aja gak ada posternya beliau kok. Yang ada juga poster motorcross 100
X 60 cm sama poster organisasi pencak silat terbesar di Indonesia . Tapi
percayalah, aku mengagumi dan ingin seperti bang iwan. Kalo ga percaya liat aja
di Pavilion G 4 ku ini. Ada koleksi lagu lagunya bang iwan kok. Tadi sih pas
awal ngetik sampai paragraf ini dengerin lagu lagu bang iwan, tapi sekarang
lagi dengerin lagunya frente dengan open up your heart and let the sun shine
in.
Pernah beberapa ketika
aku membuat puisi biar nyamain kayak bang iwan , tapi kok kurang ngeh gitu .
yah maklum lagi pemula. Begini kalo ga salah puisinya::
Terbang melayang jajari
bintang
Kepakkan sayap sayap
nan kekar
Oh sayang,,
terbangmu jangan terlalu tinggi
terbangmu jangan terlalu tinggi
Ku takut riangai mu tak
lagi menjaga RI
berganti kulik menyayat bumi pertiwi
berganti kulik menyayat bumi pertiwi
Mana cakarmu yang dulu tajam menghujam??
Koyak lah rantai rantai kebiadaban pengusaha negeri
para penguasa yang bersandiwara
para penguasa yang bersandiwara
Mainkan perang wayang ,, tanpa lakon ,, tanpa belangkon
Dan membayar dalang lebih murah dari pelacur tua di ujung
desa
Mana dahulu kokoh
paruhmu nan runcing??
Lebih runcingkah pena
pena pemuntah tinta pengukir dosa kemaksiatan,
Menembus dalamnya
pikiran suci,kontaminasi ide jalan jalan
haram??
Kepakkanlah sayapmu garuda,,
kami tak kuat mencium busuknya permainan basi sang penguasa,
garuda!!!
kami tak kuat mencium busuknya permainan basi sang penguasa,
garuda!!!
Awasi mereka yang pipis
sembarangan
Memipiskan aliran dana
kemaslahatan ke dalam kantong kantong jas hitam
Garuda,,,
Siapakah penunggang mu kini??
Satria adil berkacamata bijaksana,
Ataukah penjahat biadab berdasi sok sembut dan uci??
Hehhe. Terlalu rendah
kelas nya.
Sudahlah terlalu
bermimpi, mending nyeritain si goteee. Dia anak tasik malaya. Urang sunda.
Suaranya lembut, orangnya santun, mukanya imut, alisnya tebal, punya kumis
tipis diatas bibir seksinya, pake kacamata , mantan anak karate, katanya pernah
juara tenis meja tingkat sekolahan nya, anak asrama, hahhaha bukan berarti
karena dia pacarku trus aku muji dia lho.
Ini hari lain aku
ngetik curhatanku ini,
Ini hari minggu, hari
yang seharusnya aku bisa beristirahat dengan tenang dalam balutan selimut yang
tebal dan 3 bantal cover biru ku. Namun tidak semuluk harapanku, pertama hp ini
di ributkan dengan nada sms dari si Goteee, bangunin buat sholat shubuh., tak
kubalas, sms kangen, tak kubalas, mau nelpon bisa ngangkat enggak, tak kubalas,bilang
mimpi buruk tadi malam, tak kubalas,
akhirnya di mempersilahkan ku untuk melnjutkan tidur setelah
meperingatkanku untuk sholat shubuh dulu serta mengirim emoticon orang manyun
dan muuuuuuuuaaaaaaaaccchhh. Sesungguhnya aku sangat kasihan sama si Goteeee,
cintanya padaku besar sekali, tapi akunnya malah sering marah sama dia, sering
cuekin, sering ga balas smsnya, sering reject telponnya dan sering bikin alasan
yang tidak jujur dengan nya. Dia malah sangat memperhatikan ku. Dan sangat
paham akan keadaanku. Dia pacarku, dia kayak ibu ku, dia kayak kakaku. Selain
ibu yang sering nelponin aku , dia memiliki frekwensi menelpon lebih besar dari
ibu ku, pagi pagi biasanya nelpon bangunin sholat, nyuruh mandi, nyuruh
sarapan, berhati hati apabila bepergian, nyuruh menyempatkan waktu untuk
istirahat, dan lain lain dah, pokoknya cerewet juga si manis Goteee ku ini. Aku
tuh bukiannya ga cinta sama dia dengan sifatku yang begini sama dia. Dia anak
yang mandiri, pinter, perhatian , manis, kayaknya sholehah dari nadanya bicara
dan cara berfikirnya, tapi kao sudah bicara larut dia mulai manja dan cengeng.
Mudah nangis padahal mantan anak karate . dan satu lagi dia cantik. Ini
terbukti pas fotonya tak buat wallpaper hp ku, temen temen pada komen positif
terhadapnya. Kok bisa orang jelek dapetin cawak kayak di foto ini ya, jangan
jangan kamu download di google, atau emang benar kiamat di akhir tahun ini jadi
12 12 2012 , karena ada tanda tanda ganjil, orang cantik suka sama kamu.
Hahhahhahhaha. Ada ada saja teman teman ini. Lebih ekstrim lagi pas tak buat PP
di fb ku. Pada banyak yang add dari kalangan cewek dan cowok, dominan cowok
sih. Minggu pertama saja udah puluhan yang add. Inbox ku jadi lebih rame oran
gorang ga jelas yang inbokin apa aja ntah. 1 lagi ada yang lucu, ada yang
namanya Rian Saputra. Aku kienal dia. Dia ga sadar kalo aku di seblik PP wajah
si Goteee, dia kepoin aku terus. Tak jawab singkat singkat aja. Pas aku di Hall
kampus nyari tugas, dia tanya lagi apa? Ku jawab lagi bikin tugas, ada yang
bisa di bantu ?? ada kataku, apa tu?? Katanya mungkin di merasa umpan yang dia
kailkan udah di cium ikan sasaran,, hahhah, langsung saja aku bilang tantang
bagaimana prosses yang terjadi di pabrik PULP and PAPPer tugas Proses industri
kimia nya assisten pak arif yang manis, namanya mbak rini. Ternyata rian
menyangggupinya, hahhahhahha, dan kalian tau ga rian tu adalah salah satu
anggota gang yang ada dekat SMA ku dulu yang sering ribut sama teman teman ku.
Dia pernah nantangin kakaku balapankarena kemahiran mbak Tuti kakakku dalam
menunggang motor besarnya ,,hehhe. Mungkin
rian akan malu kalo tahu aku adalah Rohmann , ya rohman yang dulu sering ,,,
emmm ada deh hahhahhah.
Aman... bisa tidur lagi pikirku, tangan ku meraba raba selimut, lho lho kok ga ada, wahhhh aku baru ingat aku tadi malam malam menginap di rumah Puncak. Ya puncak Joyontono, orang lampung keturunan jawa. Teman satu organisasi pencak silat dan statusnya masih sama sama siswa, ya kami masih siswa jambon (sabuk merah muda). Hahh kusadari ini bukan Sunday morning yang bagus ternyata. Acara mengininap ini terjadi karena tadi malam adalah malam yang kacau, seharusnya malam tadi aku nginap di menwa UGM. Ada acara latihan gabungan tim SAR antar sesama UKM di UGM. Nah kebetulan aku tuh bukan anak UGM tapi aktif di salah satu UKM nya, yaitu pencak silat. Sebenrnya aku lagi capek banget kalo saja ga di tunjuk sama mbak danie salah satu warga pencak silat UKM kami. Nampaknya beliau percaya sama aku, dan kebetulan aku nya dapay=t mandat dari mas syamsu pelatih tetapku. Awalnya mas sem yang harus menghadiri undangan latgab itu, dia berminat banget karena ilmunya bagus banget. Namun mendadak terdengar kabar bahwa ada saudara 1 organisasinya meninggal, beliau adalah mas MINto Sarjono, warga tingkat 2 sleman. Inalilllahi wainaillaihi roziun. Mas minto yang kata mas mas warga malamnya sempat smsandan ngajakin mancing paginya sudah terdengar kabar di panggil sang illahi. Padahal masnya tidak sakit apa apa. Begitullah priyayi baik itu Allah tidak membiarkannya hidup br\erlama lama di bumi . namun memberikan suatu tempat yang lebih baik disana.
Aman... bisa tidur lagi pikirku, tangan ku meraba raba selimut, lho lho kok ga ada, wahhhh aku baru ingat aku tadi malam malam menginap di rumah Puncak. Ya puncak Joyontono, orang lampung keturunan jawa. Teman satu organisasi pencak silat dan statusnya masih sama sama siswa, ya kami masih siswa jambon (sabuk merah muda). Hahh kusadari ini bukan Sunday morning yang bagus ternyata. Acara mengininap ini terjadi karena tadi malam adalah malam yang kacau, seharusnya malam tadi aku nginap di menwa UGM. Ada acara latihan gabungan tim SAR antar sesama UKM di UGM. Nah kebetulan aku tuh bukan anak UGM tapi aktif di salah satu UKM nya, yaitu pencak silat. Sebenrnya aku lagi capek banget kalo saja ga di tunjuk sama mbak danie salah satu warga pencak silat UKM kami. Nampaknya beliau percaya sama aku, dan kebetulan aku nya dapay=t mandat dari mas syamsu pelatih tetapku. Awalnya mas sem yang harus menghadiri undangan latgab itu, dia berminat banget karena ilmunya bagus banget. Namun mendadak terdengar kabar bahwa ada saudara 1 organisasinya meninggal, beliau adalah mas MINto Sarjono, warga tingkat 2 sleman. Inalilllahi wainaillaihi roziun. Mas minto yang kata mas mas warga malamnya sempat smsandan ngajakin mancing paginya sudah terdengar kabar di panggil sang illahi. Padahal masnya tidak sakit apa apa. Begitullah priyayi baik itu Allah tidak membiarkannya hidup br\erlama lama di bumi . namun memberikan suatu tempat yang lebih baik disana.
Sumpah , ini udah lama
tidak aku buka . maklum, sibuk .
Hari ini tanggal 7
januari 2014, gak ada yang istimewa di kamar kost ku ( bukan kontrakan lagi,
sola nya aku udah pindah ).
pagi pagi sarapaan kebisingan raungan senar gitar si Rendra yang bernada sungguh memilukan, ekspresi sakit nya dia di cengkram tangan nakal nya si Rendra, sekali sekali rendra juga ikut melenguhkan suaranya sekali sekali teriak teriak gak jelas. Padahal kalo di pikir pikir sebenarnya enak juga suara si Rendra kalo nyanyi. Maklum dia anak Band yang cukup eksis di lingkungan kampus. Yap, dia ikut Cosmik, yah tulisan nya gak tau, pokok nya kosmik kosmik gitu yang jelas bukan cosmos, itu mah merk magic com punya ibuk ku yang bisa nampung beras beberapa takar. Maklum ibuk sama bapak ikut KB dulu nya , jadi deh keluarga kami KB ( Keluarga Besar). Padahal tadi nya aku pas ngetik ini juga sambil ngelirik merk magic com yang jarang kupakai, ternyata merk nya bukan cosmos, tapi Kirin, hahha . cukup. Masalah magic com yang jarang dipakai, awalnya kan pas pertam pertama kuliah itu , sok sok an gayanya kayak orang mau niat kuliah beneran. Jadi properti kost kudu lengkap. Harus punya dispenser, lemari keci, meja kecil, setrikaan, tong sampah kecil, hanger jemuran, gelas piring sendok ( 3 sekawan ), dan lain lain. Termasuk juga magic com(Nah ini dia tersangka nya ). Dari sekilan barang itu yang yang jarang dipakai yah setrikaan, hanger, magic com. Soal nya disini Luandry murah banget. Harga nya sepertiga harga laundry didaerahku. Tinggal nganter ke Binatu aja , udah wangi , rapi , bersih. Masalah magic com, yap jogja terkenal dengan makanan murah nya , jadi kalo di kalkulasikan ternyata lebih murah jajan , alias maem diluar daripada masak sendiri. Nah lho , kalo masak juga beras nya mahal, trus nyuci piring nya, belom lagi kalo piring nya pecah , kalo uang bayar PAM naik, kalo Sunlight nya numplek , kalo pas nyuci dikamar mandi kepleset, kalo... kan bayar nya jauh lebih mahal. Hemm ...
pagi pagi sarapaan kebisingan raungan senar gitar si Rendra yang bernada sungguh memilukan, ekspresi sakit nya dia di cengkram tangan nakal nya si Rendra, sekali sekali rendra juga ikut melenguhkan suaranya sekali sekali teriak teriak gak jelas. Padahal kalo di pikir pikir sebenarnya enak juga suara si Rendra kalo nyanyi. Maklum dia anak Band yang cukup eksis di lingkungan kampus. Yap, dia ikut Cosmik, yah tulisan nya gak tau, pokok nya kosmik kosmik gitu yang jelas bukan cosmos, itu mah merk magic com punya ibuk ku yang bisa nampung beras beberapa takar. Maklum ibuk sama bapak ikut KB dulu nya , jadi deh keluarga kami KB ( Keluarga Besar). Padahal tadi nya aku pas ngetik ini juga sambil ngelirik merk magic com yang jarang kupakai, ternyata merk nya bukan cosmos, tapi Kirin, hahha . cukup. Masalah magic com yang jarang dipakai, awalnya kan pas pertam pertama kuliah itu , sok sok an gayanya kayak orang mau niat kuliah beneran. Jadi properti kost kudu lengkap. Harus punya dispenser, lemari keci, meja kecil, setrikaan, tong sampah kecil, hanger jemuran, gelas piring sendok ( 3 sekawan ), dan lain lain. Termasuk juga magic com(Nah ini dia tersangka nya ). Dari sekilan barang itu yang yang jarang dipakai yah setrikaan, hanger, magic com. Soal nya disini Luandry murah banget. Harga nya sepertiga harga laundry didaerahku. Tinggal nganter ke Binatu aja , udah wangi , rapi , bersih. Masalah magic com, yap jogja terkenal dengan makanan murah nya , jadi kalo di kalkulasikan ternyata lebih murah jajan , alias maem diluar daripada masak sendiri. Nah lho , kalo masak juga beras nya mahal, trus nyuci piring nya, belom lagi kalo piring nya pecah , kalo uang bayar PAM naik, kalo Sunlight nya numplek , kalo pas nyuci dikamar mandi kepleset, kalo... kan bayar nya jauh lebih mahal. Hemm ...
Tiba tiba saja Rendra
putar haluan nyayi lagunya Last Child dan
Gissele, yang seluruh nafas ini. Nah Rendra terdengar tergopoh gopoh
lari manuju kamar Rendra, sesaat Rendra menghentikan asyik nya membelai senar
gitar dan bernyayi, lalu terdengar percakapan kecil yang terkesan seperti
negoisasi tentang lagu apa yang akan dimainkan, ternyata Rendra Tertarik juga
sama lagu yang dibawakan Rendra .maka jadilah mereka berduet berdua , Rendra jadi Vokalis nya Last Chile, Rendra jadi
Gissel nya,, hahhha.
Yap, bingung kan ? gak lagi salah ngeti kok.
Rendra adalah nama dua orang temen kost ku. Sama sama anak dari Purwokerto,
sama sama ngapak, sama sama berasal dari sekolah yang sama , sama sama kuliah
di jurusan yang samasama sama pandai ngeband,
sama sama punya motor ber Plat R. Beda nya rendra yang satunya ceking
tinggi, atletis , yang satunya kecil trus kaca matanya tebal, manandakan dia
pinter. Yap seharus nya usia mereka terpaut 2 Tahun. Rendra tinggi lulusan SMA
2012, awal nya rendra kecil itu adek kelas nya , kalo gak salah pas rendra
tinggi kelas 3, rendra kecil kelas 1, tapi dia ikut acelerasi jadi kelas 2, pas
rendra tinggi tamat, dia naik kelas 3. Rendra
tinggi kuliah di Kampus swasta di purwokerto awal nya , terus dia DO dan
ngulang sefakultas sama aku, jadi masuk nya mereka kuliah barengan. Angkatan
2013 . junior ku hahhha ( merasa bangga). Oiya perlu di ketahui juga nih, di
kost kami ini anak teknik semua , wow,, cowok banget . hahha.
Dimulai dari kakak pertama Si Rizki yang
seharus nya angkatan 2008 , teknik arsitektur Universitas kami, lumayan bangga
juga , karena teknik arsitektur jaman ini Universitas kami pas dapata juara 3
nasional, mengalahkan beberapa kampus negeri, dia akhirnya masuk angkatan 2013.
Terus duo rendra dengan “semboyan ora ngapak ora kepenak” meraka kuliah di
jurusan Informatika, terus kamar bawah ada Rudi Deigo anak kalimantan yang
duduk di Jurusan teknik mesin, ada si fahmi yang mantan atlit pencak silat
tapak suci di SMA nya, di juga informatika, si Yoga anak teknik Elektro,nah
tinggal aku yang belum ngenalin jurusan ku , hhahha kasih tau gakk ya ..
yang paling senior tenyata aku disini , karena jurusan ku yang terkenal menyeramkan bagi beberapa temen kost ku ini, mereka kadang kalo bincang bincang agak kuat pas jam belajar atau ujian, aku Cuma bedehem aja mareka langsung seperti menurunkan volume suara nya .
yang paling senior tenyata aku disini , karena jurusan ku yang terkenal menyeramkan bagi beberapa temen kost ku ini, mereka kadang kalo bincang bincang agak kuat pas jam belajar atau ujian, aku Cuma bedehem aja mareka langsung seperti menurunkan volume suara nya .
Pas, ketika ngetik ini
ada anak baru yang lagi usung usung datang untuk mengisi kamar seberang kamar
Rendra tinggi. Namanya nggak tau , katanya anak purwokerto ( purwokertoooooo
enehh ) yang tadi pas cakap cakap sama rendra kedengaran nya pakai bahasa
ngapak juga. Jadilah kami jajahan 3 pemuda dari purwokerto ini.
Kost kami cukup laki
disini, selain anak teknik semua yang mengisi, ternyata mereka semua anak bela
diri. Rizki anak karate Inkai , rendra keduanya anak pencak silat Merpati
Putih, Fahmi Atlit Tapak Suci. Yoga anak silat daerahnya sana di banten.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar